Jumat, 13 Juni 2014

KOMUNITAS WONG KEBUMEN ''AKU PADAMU''


''Hai.........''.
'' Halloo..."
'' Apa kabar''
'' Luar biasa''.
'' Komunitas Wong Kebumen''.
''Aku Padamu''.
''Bahasa ngapak''.
''Inyong Banget''.

Sering kali kita mendengar teriakan-teriakan yel-yel pada acara-acara KOMUNITAS WONG KEBUMEN, akan tetapi belum tentu semua mengetahui asal muasal kata-kata yell - yell itu sendiri.

Mari kita cari tahu awal mula kata pada yell-yel komunitas wong kebumen dengan menengok sejarah terbentuknya Komunitas Wong Kebumen.

Sapaan pada sesama teman yang belum saling mengenal biasanya akan dimulai dengan sapaan '' hai ?'', kemudian lawan bicara kita akan menanggapinya dengan jawaban ''hallo''.

Ketika kembali menanyakan dengan kata ''apa kabar'' tentu kita akan menjawabnya dengan jawaban yang menunjukkan semangat dalam pertemanan maupun persahabatan yakni ''luar biasa''.
Hal ini juga menujukkan rasa syukur kita kepada sang pencipta bahwa atas rahmatnya kita bisa saling berjumpa dan menjalin tali silaturahim. hal inilah yang terjadi pada awal mula terbentuknya Komunitas Wong Kebumen 1 Agustus 2010 sehingga untuk mengingat sejarah moment tersebut maka digunakanlah pada yell-yell Komunitas Wong Kebumen.

''Komunitas Wong Kebumen.?''
''Aku Padamu''
Disinilah keakraban dalam persahabatan terbentuk, dengan saling mengenal,saling memahami maka terbentuklah rasa kekeluargaan yang tinggi sehingga terwujud kecintaan pada komunitas yang telah mengantarkan pada jalinan silaturahim.ungkapan inipun tak lepas dari sejarah terbentuknya KOMUNITAS WONG KEBUMEN,dimana seseorang yang ingin mengikuti komunitas  berjalan mencari rekan-rekan yang telah berkumpul sebelumnya,dan menanyakan ;

KWK ya ? (Ternyata bukan)
Hingga pada akhirnya bertanya ke yang lain
KWK ya ? ( Benar yang ia cari )
Akan tetapi oleh karena mereka ( yang terlah berkumpul)Pun sama--sama baru saja saling mengenal sehingga kebingungan untuk menjawabnya, hingga pada akhirnya secara spontan dan serentak mereka menjawab AKU PADAMU. untuk mengenang hal itu maka digunakanlah pada yell--yell Komunitas hingga hari ini

''Bahasa ngapak''
''Inyong Banget''
Setelah berjalan beberapa tahun kemudian bertambahlah satu ungkapan pada yel--yel KOMUNITAS WONG KEBUMEN
Bahasa ngapak merupakan bahasa yang digunakan didaerah Provinsi Jawa Tengah, yaitu di Kabupaten Kebumen,Banyumas,Wonosobo,Brebes,Tegal,Cilacap,Purbalingga,Banjarnegara dan beberapa daerh lainnya. oleh karena itu Komunitas Wong Kebumen tidak terbatas hanya pada yang berasal dari wilayah kebumen saja, melainkan terbuka bagi siapapun yang dengan sukarela bergabung menjalin silaturahim dalam wadah komunitas wong kebumen,sebagaimana bentuk Silaturahim Tanpa batas yang dijalankan oleh Komunitas Wong Kebumen. bukti kecintaan pada bahasa ngapak ini juga tertuang dalam bahasa yang digunakan dalam percakapan antar anggota komunitas, maka dikatakan Bahasa Ngapak Inyong banget.



Salam Kompak Selalu dan Aku Padamu.

Senin, 03 Maret 2014

MAKNA LAMBANG KABUPATEN KEBUMEN

Bentuk,lukisan,ukuran,warna lukisan Lambang Daerah Kabupaten Kebumen mempunyai makna sebagai berikut :

1. Perisai
Menggambarkan tekad,semangat dan kesiapsiagaan rakyat untuk mempertahankan NKRI yang diproklamasikan pada tanggal 17 agustus 1945,dengan dasar Pancasila dan UUD 1945.

2. Bintang segi lima berwarna emas,menggambarkan kepercayaan yang teguh dan luhur terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

3. Pegunungan ,melambangkan keteguhan hati,tidak goyah mengalami tantangan alam.Menggambarkan juga sebagian daerah kabupaten kebumen terdiri dari tanah pegunungan.


4. Gua,mencerminkan sifat sifat ketenangan dan kesederhanaan dari rakyat daerah kabupaten kebumen dalam usahanya untuk mencapai cita citanya yaitu masyarakat yang adil dan makmur.Gua juga merupakan tempat dimana di hasilkan sarang burung.


5. Laut, menggambarkan jiwa perjuangan yang selalu bergelora sepanjang masa,namun penuh dengan kedamaian yang abadi.Menggambarkan juga bahwa sebagian daerah Kabupaten Kebumen berbatasan dengan samudra Indonesia.


6. Burung Lawet, menggambarkan suatu sumber penghasilan daerah dan merupakan pencerminan dari ketekunan dan kegesitan yang penuh dinamika dari rakyat daerah Kabupaten Kebumen dalam usahanya untuk membangun daerahnya.


7. Kapas padi, menggambarkan cita cita rakyat daerah Kabupaten Kebumen yaitu terwujudnya suatu masyarakat yang adil makmur berdasarkan Pancasila,murah sandang,murah pangan dan cukup papan.


8. Mata rantai yang menyambung,menggambarkan jiwa dan semangat persatuan yang hidup dikalangan rakyat.


9. Bambu runcing, merupakan pencerminan dari sifat kepahlawanan rakyat dalam perang kemerdekaan mepertahankan NKRI yang diproklamasikan pada tanggal 17 agustus 1945 dengan dasar Pancasila dan UUD 1945.


10. Batu bata dan genteng, menggambarkan bahwa industry batubata dan genteng di daerah kabupaten kebumenmerupakan sumber penghidupan rakyat,secara simbolis menggambarkan bahwa kecuali sector pertanian,sector perindustrian juga merupakan sumber penghasilan Rakyat Daerah Kabupaten Kebumen;


Tulisan ‘Bhumitirta Praja Mukti’ memiliki arti tanah dan air untuk kesejahteraan Bangsa dan Negara.Maksud dan jiwanya bsngsa Indonesia pada umumnya Warga Daerah Kabupaten Kebumen pada khususnya sangat bersyukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa yang telah menganugrahi tanah yang subur dan air yang berlimpah.


(Sumber : Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Kabupaten Kebumen)

Minggu, 02 Maret 2014

BADAI PASTI BERLALU

Semoga cerita yang ditulis ini dapat sedikit memberi manfaat bagi kita semua.


Kisah seorang anak yang bepergian dengan ayahnya dengan berkendara,
Beberapa kilometer kemudian langit tampak hitam pekat,angin mulai perlahan bertiup kencang,
Tidak lama kemudian turun hujan deras disertai badai, si anak berkata sambil menyetir " ayah kita akan berhenti dimana ?",

" jalan terus nak" kata si ayah.

Anak tersebut terheran sambil terus menyetir sangat perlahan sesekali dipandu sang ayah,karena jarak pandang yang begitu dekat, "ayah" ucapnya ragu.


Teruslah nak,ucap sang ayah,tak lama kemudian keduanya berhasil melewati badai tersebut,dan menemukan jalan yang kering dan matahari yang bersinar cerah.


"Berhentilah nak"  ucap sang ayah.


sianak terheran." kenapa berhenti ?'' ia kembali bertanya.

"istirahat dan keluarlah sejenak" kata sang ayah sambil membuka pintu mobilnya.

Si ayah berkata sambil menunjuk daerah yang masih terkena badai " apa yang kamu rasa jika kita berhenti ditengah badai tadi.??"
 

"Pastinya rasa takut dan tak karuan,serta sumpah serapah ayahku"ucap si anak
 

"Anakku jangan pernah berhenti jika kamu mengalami badai seperti tadi atau pun badai dalam kehidupanmu,jangan pernah berhenti meskipun kamu harus merayap"kata sang ayah
 

''Tapi apakah kita mampu ?" kata sang anak.
 

"Yakinlah anakku TUHAN akan terus bersama kita,terus berusaha dan berprasangka baiklah pada TUHANMU "ujar sang ayah.
Seperti firman ALLAH,"Aku berdasarkan sangkaan hambaku".
 

Kawan--kawan yakinlah apa yang sedang kita perjuangkan ,tetaplah semangat "BADAI PASTI BERLALU",dan apa yang kita cita--citakan akan tercapai.

Minggu, 23 Februari 2014

MAKNA SAKINAH, MAWADDAH, WARRAHMAH

 
Foto oleh : Om damar Photographer

 SEMOGA MENJADI KELUARGA SAKINAH MAWADDAH,WARRAHMAH
 
Kita sering sekali mendengar kata sakinah, mawaddah dan warrahmah ketika memberikan ucapan selamat kepada pengantin baru.  Pada dasarnya kita mengerti pastilah ucapan itu berupa doa kebaikan bagi kedua mempelai, namun saya secara pribadi penasaran apa sih makna  sebenarnya dari ketiga kata tersebut.
Kata Sakinah,Mawaddah Warrahmah berasal dari Kitab Suci Al Qur’An Surat Ar Rum (30) ayat 21 :
“DAN DI ANTARA TANDA-TANDA (KEBESARAN)-NYA IALAH DIA MENCIPTAKAN PASANGAN-PASANGAN UNTUKMU DARI JENISMU SENDIRI, AGAR KAMU CENDERUNG DAN MERASA TENTERAM KEPADANYA, DAN DIA MENJADIKAN DIANTARAMU RASA KASIH DAN SAYANG. …”
Dalam ayat tersebut terdapat 3 kata:
  1. Sakinah yang diartikan sebagai  Ketentraman,

  2. Mawaddah di maknai sebagai  Cinta

  3. Warrahmah berarti  Kasih Sayang
Sakinah bermakna kecendrungan atau kecondongan hati agar kedua mempelai berikhtiar beribadah seoptimal mungkin sehingga rumah tangga akan tentram ketika berada didekat sang suami atau isteri. Ketentraman adalah buah dari iman dan taqwa yang dibina bersama secara istiqomah dan tentunya mahligai rumah tangga akan damai tenteram serta semua masalah dihadapi dengan saling menghormati dan menghargai.

Mawaddah, adalah cinta sejati dalam artian menerima pasangan hidup apa adanya dan mencintai karena mengharapkan semata redha Allah SWT.  Insya Allah Cinta yang terpateri dengan keimanan dan taqwa tersebut akan langeng dan mampu mengatasi  ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan. Menerima apa adanya pasangan adalah kunci kelanjutan bahtera rumah-tangga.

Warrahmah, salah satu sifat Tuhan Yang Maha Kasih Sayang yang di anugerahkan kepada hambanya, agar dalam menempuh kehidupan rumah tangga selalu memancarkan kasih sayang dan kelembutan. Kasih sayang ke dua insan yang dipadukan dalam pernikahan  akan lebih bertaut ketika anak telah meramaikan kehidupan rumah tangga.  Amanah yang diberikan Tuhan Yang Maha Pengasih adalah keturunan yang harus dididik  dengan penuh kasih sayang mengantarkan anada tersayang  ke jenjang insan kamil.

KOMUNITAS WONG KEBUMEN

Rabu, 19 Februari 2014

KOMUNITAS WONG KEBUMEN

KOMUNITAS WONG KEBUMEN di dirikan Jakarta, 1 Agustus 2010 oleh 4 orang:
1. Ken Setiawan (Kebumen) s
2. Awink Az Lah
3. Yadi Susanto
4. Martujan

Visi : "Menjadikan jejaring sosial sebagai media untuk menjalin silaturahim (Tanpa batas) yang Berbasis Sosial"

Misi:
1.Menyatukan Putra--Putri Kebumen baik yang di Perantauan maupun kampung halaman
2.Menjadikan dunia maya menjadi dunia nyata ( Bertatap Muka)
3.Melakukan kegiatan Sosial Masyarakat
4.Memberikan Informasi bermanfaat  yang diawali dari Jejaring Sosial (Facebook) yang selanjutnya ditindaklanjuti didunia nyata.

  Aktifitas Komunitas Wong Kebumen sehari-hari dapat dilihat di Wall Grup KOMUNITAS WONG KEBUMEN pada media jejaring sosial facebook (Dokumentasi) dan KOPDAR (kopi Darat) yang di laksanakan di setiap wilayah dengan jadwal yang berbeda.

Member/anggota Komunitas Wong Kebumen mayoritas berada diperantauan dan tidak hanya terbatas orang kebumen,  tetapi juga dari daerah lain yang berniat bergabung secara sukarela. Kopdar di laksanakan dengan tujuan sebagai wadah Silaturahim dengan beberapa kegiatan diantaranya : Arisan, tukar pendapat, ajang pembelajaran, serta laporan Event atau kegiatan yang sudah di jalankan.

 Aktifitas Organisasi dijalankan oleh  susunan Pengurus inti meliputi :

- Pembina,
- Ketua Umum
- Sekretaris
- Bendahara
- Ketua Wilayah, dibantu oleh pengurus harian.

KOMUNITAS WONG KEBUMEN dibagi beberapa wilayah yang disebut dengan korwil (koordinator wilayah) meliputi :

- Korwil Jakarta
- Korwil Bekasi
- Korwil Tangerang
- Korwil Serang-Banten
- Korwil Bandung
- Korwil Kebumen. 
- Korwil Karawang
- Korwil Bekasi

Kegiatan-Kegiatan Komunitas Wong Kebumen diantaranya :

1.Kopdar setiap bulan di masing masing koordinator wilayah.
2.Olah Raga berupa Futsal ,sepak bola, dengan Team 'Walet FC' sebagai Team Kebanggan.
3.Nonton Bareng (menjadi audiens) di Studio Televisi seperti : Bukan Empat Mata,Pas Mantap, OVJ, Hitam Putih, dan SMS
4.Kopdar Akbar di laksanakan setiap Idul Fitri.
5.Bakti Sosial yang dilaksanakan setiap 3 bulan sekali, terdapat kejadian tak terduga(emengency), atau   mendapat amanah dari member.
6. Mudik Bersama baik menggunakan bus dan Sepeda motor.
7. Kopdar Wisata di adakan beberapa bulan sekali.
8. Donor Darah.


Sesuai dengan Visi Komunitas Wong Kebumen  "menjadikan jejaring sosial sebagai Media Menjalin Silaturahim Tanpa Batas yang Berbasis Sosial" Komunitas Wong Kebumen sering  mengadakan acara Sosial seperti :
Santunan anak yatim Piatu, Baksos bencana alam baik di Rantau ataupun di Kebumen. Sumber dana Sosial Komunitas Wong kebumen  berasal dari member dan simpatisan yang tersebar di seluruh wilayah baik dalam maupun luar negeri.

Mulai periode akhir tahun ini Komunitas Wong Kebumen menjadikan Kota Kebumen sebagai sasaran utama kegiatan sosial, dan hingga saat ini sudah tercatat  bebarapa kali mengadakan bakti sosial (Baksos) :

- bulan agustus bertepatan dengan Kopdar akbar syawal
- bulan November bertempat di Masjid agung kebumen,
  Awal desember di Sokka Baru Pejagoan,
- dan terakhir baksos tanggap banjir di Sidobunder Puring, adimulyo dan Bonorowo.

Harapan Kami sebagai Putra--Putri kebumen yang tergabung dalam Komunitas Wong Kebumen adalah dapat menjalin komunikasi dan silaturahim nyata meskipun di tanah rantau dengan tetap bangga membawa nama Kota Kebumen serta bisa berpartisipasi sosial walaupun nilainya tidak seberapa. Kami juga berharap Masyarakat tahu jika Perkumpulan kami yaitu Komunitas Wong Kebumen ada secara nyata dan bukan sekedar nongkrong melainkan banyak kegiatan positif.

''Salam kompak selalu dan Aku Padamu''.

KOMUNITAS WONG KEBUMEN